Posted in babywearing, diary

Review Badala entah seri apa size 5

Penggendong 30 tahun, 148/47.5
Anak 3.5 tahun, 94.5/13.5

Bismillah

Kali ini saya mau review Badala.
Dari brosur ditulis sih bahannya katun linen organik. Gak tau gramasi berapa. Klo dilihat jenis tenunannya plain weave. Mudah2an saya benar. Dan kainnya double layer. Untuk seri, saya sama sekali gk paham ini seri apa. Saya lihat di instagram-nya, masih tidak saya temukan jawabannya.

Pas terima barang, pertama Badala ini dibungkus plastik, kemudian bbrp lapis kertas koran, kemudian tas berbahan satin berwarna hitam, lalu kain yang dibungkus plastik bening tipis. Ini mengingatkan saya dengan misi badala yang katanya ingin membuat “wrap” yg terjangkau. Beserta kain juga saya temukan kertas bertuliskan ucapan terima kasih dan doa buat saya, serta harapan badala agar bisa lebih baik. Selain itu juga terdapat brosur yang berisi informasi singkat tentang badala seperti bahan, ilustrasi sederhana tanpa narasi mengenai pemakaian teknik dasar woven wrap (yaitu FWCC alias front wrap cross carry), serta petunjuk pencucian kain badala.

Di kainnya sendiri tidak dapat informasi mengenai ukuran kain. Saya tahu ukurannya setara ukuran woven wrap size 5 (4.2x M) setelah mengukur sendiri dan mengecek kembali instagram-nya. Middle marker pun tidak berada tepat di tengah. Sepertinya owner mengukur bagian tengah kain dengan cara yg kurang tepat. Untuk bentuk, sama seperti woven wrap, yaitu berbentuk jajar genjang. Bagian tepi dilipat dan dijahit, namun membuat bagian ini sangat kaku, sama sekali tidak lentur. Menurut seorang teman, bagian ini membuat sakit badannya saat kain digunakan.

Secara hand feel, saat baru datang, kain terasa kaku dan kasar. Kemudian kain saya cuci tanpa direndam, dengan air campuran cuka. Machine wash dg mode gentle cycle. Terlihat warna luntur yg sangat pekat di air cucian. Kemudian saya bilas dan keringkan dan jemur di tempat teduh. Niatnya sih saya mau menyetrika kain ini dengan setrika uap sekalian menyetrika wrap yang lain, qadarullah tidak jadi dilakukan karena satu dan lain hal.

Setelah dicuci kain tetap terasa kaku, maka saya jadikan dulu kain ini sebagai alas tidur. Atau kadang dimainkan anak2. Kadang dijadikan selimut. Setelah beberapa hari kain mulai terasa agak lemas. Saya pun mencoba menggendong anak pertama yang berusia 3.5 tahun dg teknik fwcc.

Menurut saya, badala ini sangat tidak moldable. Kain sulit dibentuk mengikuti bentuk tubuh anak, akibatnya poin tight sulit dipenuhi. Selain itu, bahannya juga kasar dan menempel dengan kain yg dilewati sehingga saat sulit untuk mengencangkan, dengan kata lain bahannya kesat. Beberapa teman yg mencoba mengaku kesulitan mengencangkan top rail dan bottom rail. Seorang teman yg saya saksikan sendiri bahkan perlu dibantu teman lain untuk mengencangkan top rail, dan hasilnya tetap tidak optimal. Juga sedikit sulit untuk membuat knot. Saya akhirnya hanya menggunakan half knot. Oya, dan kain ini dibuat double layer. Entah apa alasan owner, saya tidak tahu karena saya tidak mendapat informasi apa-apa dan saat saya DM di Instagram pesan saya pun tidak dibalas, hanya dibaca. Seingat saya badala ingin membuat gendongan yg terjangkau, tapi jika jenisnya dibuat double layer, entah tujuan itu bisa tercapai atau tidak. Karena jelas akan menaikkan ongkos produksi. Salah satu efek dari double layer adalah berkurangnya natural strecthyness dari kain itu sendiri. Ini juga salah satu penyebab sulitnya mencapai TICKS dan tingkat moldable yg rendah.

Seperti karakter linen pada umumnya, kain badala ini menggigit buat saya. Tidak nyaman sama sekali sedari awal. Kemudian saya coba spread kain sehingga lapisan menjadi tiga, kain terasa tidak terlalu menggigit. Namun menurut seorang teman yg lebih paham fabric dari saya, kain ini komposisinya full cotton.

Saya hanya mencoba kain ini sebentar, karena bahu tidak nyaman dan juga terasa gerah (pemakaian di rumah), entah karena saya menghabiskan terlalu banyak energi untuk memakainya, atau memang jenis kainnya panas karena double layer. Tidak sampai 5 menit saya menggunakannya. Menurut teman yg mencoba lebih lama, kain ini memang terasa panas. Anaknya penuh keringat padahal dipakai di dalam ruang yg ber-ac.

Berdasarkan pengalaman saya, saya tidak akan menganjurkan kain ini untuk digunakan sebagai woven wrap. Tidak nyaman, susah digunakan, panas, kasar.
Fyi, saya berkenalan dengan woven wrap di bulan februari tahun 2017, diajari langsung oleh salah satu BWC in trainee di Indonesia yang juga memang seorang wrapper dan sudah mencoba berbagai blend, yaitu mbk Astri @as3pram. Sebulan setelahnya saya memiliki woven wrap sendiri dan hampir setiap hari menggunakan wrap. Saya sudah mencoba berbagai wrap lokal dan internasional, yang baru dan masih kaku maupun yg sudah broken in. Saya juga sudah mencoba bbrp blend yaitu cotton, bamboo, linen, dan ramie.

Saya dan beberapa teman wrapper yang sudah mencoba kain ini tidak akan merekomendasikan badala untuk pemula. Lebih aman dan nyaman menggunakan jarik panjang atau tenun lurik untuk pemula yg ingin belajar teknik pemakaian woven wrap.

Jika anda ingin menggunakan woven wrap namun budget terbatas, anda bisa membeli kain tenun lurik yg lebih nyaman kainnya untuk dijadikan woven wrap. Atau beli kain jarik yg cukup panjang. Kain ini lebih nyaman dan lebih mudah digunakan.

Saya berharap produsen-produsen gendongan yang bergabung dengan komunitas menggendong belajar banyak dari berbagai sumber yang valid dan terbuka pikirannya untuk perubahan yang lebih baik.
Semoga salah satu tujuan membuat gendongan adalah untuk kesejahteraan anak, sehingga lebih memperhatikan masalah keamanan dan kenyamanan, tidak hanya mengutamakan harga yang murah dan terjangkau.
Karena yg akan digendong adalah anak, bukan karung beras.

In frame: @nurhayati_khasanah wearing Papip in one of badala series

Advertisements

Hello

Hi 

Hello

This is my second blog on WordPress actually

I’ve made one a long long time ago

Hope this one last longer than my other blogs (yes, blogs. I’ve made more than 2. Haha) 
See you in another post. 

I hope

😁